Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Uncategorized

Mari Kampanyekan Batik Bomba

Ditulis Oleh Ana Puji Lestari
Kombinasi Bomba, Taiganja dan Bunga Cengkeh

Kombinasi Bomba, Taiganja dan Bunga Cengkeh

Batik merupakan salah satu kekayaan budaya Indonesia yang telah mendunia. Kini ia telah menjadi salah satu dari warisan dunia versi UNESCO. Saat ini, pemerintah telah gencar–gencarnya menggalakkan program “Aku Cinta Produk Indonesia”, termasuk batik.

Batik merupakan produk asli Indonesia yang merupakan warisan para leluhur yang perlu dilestarikan. Kini, masyarakat di berbagai wilayah di Indonesia terus mengembangkan berbagai motif dan desain batik. Desain-desain batik dari berbagai daerah selain Jawa pun kini sudah mulai bermunculan.

Sulawesi Tengah yang cukup terkenal akan kekayaan potensi kebudayaan dan seninya juga mengembangkan motif dan desain batik khas daerah. Batik khas Sulawesi Tengah tersebut kemudian dikenal dengan nama “Batik Bomba” yang kini menjadi salah satu ciri khas daerah Sulawesi Tengah.

Nama Bomba itu sendiri berasal dari bahasa kaili yang jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia adalah kembang/bunga. Maka tak heran bila motif dari batik bomba itu sendiri kebanyakan bermotif kembang/bunga.

Kini, motif dan desain batik khas Sulawesi Tengah tidak hanya terpusat pada motif bomba saja. Ada beberapa jenis motif batik lainnya yang muncul sesuai dengan ciri khas beberapa kabupaten yang ada di Sulawesi Tengah. Motif batik tersebut antara lain adalah; Taiganja, Bunga Cengkeh, Sambulugana, Burung Maleo dan Burung Allo.

Motif Taiganja merupakan lambang daerah Kabupaten Sigi. Motif ini mengandung makna kasih sayang. Selain itu, Taiganja juga dikenal sebagai “jimat” dan dikenal sebagai inspirasi lambang Universitas Tadulako. Motif Bunga Cengkeh merupakan pengejahwantahan dari cengkeh sebagai komoditas perkebunan andalan Kabupaten Tolitoli. Motif Sambulugana terinspirasi dari Sambulugana yang merupakan salah satu item wajib dalam upacara adat, terutama di Suku Kaili. Sambulugana biasanya terdiri dari taiganja, pinang dan sirih. Sambulugana biasanya sebagai pelengkap adat peminangan bagi masyarakat Kaili di Kota Palu. Peminangan dianggap kurang lengkap rasanya jika tidak ada Sambulugana. Maka setiap kali pelamaran harus ada Sambulugana. Motif burung Maleo dan Burung Allo terinspirasi dari dua fauna endemik Sulawesi Tengah tersebut.

Batik Bomba ini biasanya dijadikan sebagai souvenir bagi para tamu–tamu yang berkunjung ke Sulawesi Tengah. Batik Bomba juga menjadi oleh-oleh bagi para wisatawan yang berkunjung ke Sulawesi Tengah. Kualitas bahan, motif, dan desainnya tidak kalah dengan brand ternama dan pastinya modis dengan perkembangan zaman. Saat ini, intansi pemerintahan dan pendidikan menetapkan batik bomba sebagai salah satu pakaian dinas resmi. Batik bomba juga biasanya digunakan oleh para pejabat daerah untuk menyambut tamu. Hal ini menjadi salah satu upaya pelestarian batik Bomba agar keberadaannya diketahui oleh masyarakat dari daerah lain.

Nah, bila anda berkunjung ke Sulawesi Tengah khususnya Kota Palu, batik bomba bisa menjadi salah satu oleh–oleh yang pas untuk kerabat, keluarga, dan teman tercinta. Cintai negerimu, kenali negerimu. Mari cintai produk dalam negeri.

Tentang Penulis

Ana Puji Lestari