Wisata & Kuliner

Stockholm, “My first Snowman was there”

Ditulis oleh Edi Utomo Putra

Stockholm memang tidak terlalu terkenal di kalangan traveler Indonesia. Ibu kota Swedia ini merupakan kota terbesar di Swedia bahkan di kawasan Skandinavia. Awalnya saya ngga tertarik mengunjungi kota ini, tapi godaan teman se-apartemen berhasil membuat saya meng-iyakan ajakannya. Alhasil trip akhir Januari pun disusun. Dari Porto, tidak ada penerbangan langsung menuju Stockholm jadi trip pun di akali dengan jalur Porto-Brussels-Stockholm.

Biaya untuk tiketnya sendiri:
Porto-Brussels : €15
Brussels-Stockholm: €26
Stockholm-Brussels : €30
Burssels-Porto: €10

Trip di Stockholm ini cukup singkat hanya 1 hari 2 malam, maklum dana dan waktunya tidak cukup ?, apalagi Negara skandinavia terkenal dengan biaya hidup yang sangat mahal. Singkat cerita, kami berangkat dari Porto pukul 7 pagi seperti biasa pakai maskapai Ryan air, maskapai low cost di eropa.

Ryan Air

Ryan Air (Low cost carrier)

Perjalanan dari Porto-Brussels kurang lebih 2 jam ditambah waktu transit sekitar 2 jam dan penerbangan Brussels-Stockholm kurang lebih 2 jam, total perjalana sampai di Stockholm 6 jam, tapi. lho kok tapi? ya, itu baru sampai bandara  Stockholm Skavsta Airport jarak dari bandara ini ke kota Stockholm sendiri sekitar 100km kurang lebih 1,5 jam ditempuh dengan bis. Oh iya, transport dari bandara ke kota dengan bis (flygbussarna) itu 15 euro, mahalan tiket bis dari pada tiket pesawat dong kalo gitu? ?, nasib pake penerbangan murah bandaranya kebanyakan yang jauh dari kota.

stockholm cityterminalen

Stockholm Cityterminalen

Tiba di Stockholm (cityterminalen) sekitar pukul 8 malam, kami segera bergegas menuju tempat persinggahan yang sudah di-booking sebelumnya. Untuk tempat numpang tidur ini kami memilih menggunakan airbnb lumayan 2 malam sekitar 124 euro. Apa 124 euro? itu 1,8 juta ?. ya mau gimana lagi itu udah yang paling bisa dijangkau kantong mahasiswa ?, itupun harga aslinya 225 karena dapat voucher dari airbnb (voucher akibat kejadian tidak enak di berlin, mungkin lain kali ku tulis ?). Kenapa kami milih airbnb? em, disbanding jika pake hostel airbnb lebih fleksibel, kita bisa masak sendiri, jadi bakal lebih hemat. maklum makanan mahal ?. Untungnya pemilik tempatnya yang ini baik, di kulkas ada makanan yang bisa kami olah buat malam dan besoknya, lumayan kan buat makan gratis. ah iya, soal transportasi, dari Cityterminalen ke tempat numpang kami naik metro untuk sekali jalan 1 zona itu sekitar 36 SEK atau 3,8 Euro. Tapi demi kemudahan sih besoknya kami lebih memilih metro 24 jam yang tanpa batasan zona harganya sekitar 115 SEK + 20SEK untuk kartunya jadi total 135 SEK atau 14 Euro lumayan mencekik kan? ?, di porto aja tiket sekali jalan 2 zona itu 1,2 Euro dan untuk 24 jam cuman 6 Euro.

Meja makan

Makan malam ditemani lilin ?

Tempat numpang kami cukup romantis nih, jadi makan malam ditemani lilin tapi lauknya indomie ?. ah iya. malam itu sebenernya ada yang aneh sih dengan teman-temanku itu, entah kenapa pas saya udah tidur mereka seperti menghilang entah kemana, ya karena ngantuk tidur tak lanjutin ?. eh 10-15 menit kemudian. jreeeng. they bring something for me, and even I don’t know how they got that’s things.

 

 

 

 

 

 

 

Hadeh, ini kok malah curhat ya? ?

Keesokan paginya kami bersiap berkeliling. Tempat Numpang kami sendiri berada di pulau/district yang disebut Södermalm, jujur di Stockholm kami masih buta bahkan tidak tahu daerah mana yang akan dikunjungi pertama kali. Gamla stan pun menjadi destinasi awal. Gamla stan berada di salah satu pulau kecil di pusatnya Stockholm. Berada di tempat ini seperti menjelajahi maze kota abad pertengahan. Kota tua Stockholm ini memang mulai ada sejak abad ke-13. Tapi bangunan-bangunan megahnya didirikan pada abad ke 17 dan 18. Katanya gaya bangunan-bangunan di Stockholm banyak terpengaruh dari bangunan di Jerman Utara. Banyak café, restaurant, bar dan tentu saja souvenir shop dengan atribut yang lucu-lucu disini.

Frozen river, stockholm

Perjalanan ke Gamla Stan dengan Metro , Terlihat sungai yang membeku

Jalanan di Stockholm terlihat sepi, mungkin karena suhu yang dingin jadi kebanyakan orang memilih di dalam rumah atau mungkin karena masih terlalu pagi ?.  

Stockholm Street

Jalanan Stockholm

 Belum puas dengan Gamla Stan, kami berputar putar tau taunya sudah menuju Skeppsholmen. Di pulau ini terdapat moderna musset, yaitu museum namun entah mengapa museum tersebut tutup. Kesal karena semua tutup, daripada pusing kami memilih bermain main di daerah yang cukup lapang. menikmati hari sambal bermain salju, dan tentunya membuat boneka salju pertama kali. Pertama kali? ya, pertama kali seumur hidupku membuatnya langsung ?. Sayangnya karena suhu mulai menghangat hamper semua es mulai mencair dan yang jadi hanya mini snowman.

 

  Demi menghemat uang, ngenes banget yak?, seharian kami tidak makan hanya bermodal roti tawar dari penginapan, maklum lihat kiri kanan makanan harganya nyesek rata rata 7 euro bahkan kebab, makanan yang biasanya hanya 3 euro harganya segitu juga. Kebetulan ada shuttle bus ke IKEA (supermarket perabotan asal swedia yang desainnya cukup terkenal), jadilah kami ke IKEA dengan shuttle bus gratis dan berharap ada Food court yang cukup di kantong. Alhasil perjuangan tidak sia-sia seporsi makan malam dengan harga 5 euro, harga termurah yang bisa kami temukan di Stockholm. Gak kerasa, hari udah malem aja, selepas pulang dari IKEA, badan udah lelah dan besoknya udah harus flight lagi ke brussels buat pulang. Sebenernya masih pengen keliling-keliling, namun lagi-lagi apalah daya tak ada uang ?.
Daripada udah pusing diatas tulisanya berasa kaya curhat mending lihat foto-foto aja di bawah nih. : Ship, Stockholm

stockholm, boat, bridgeStockholm, Train

Moderna mussetsea goul winter

Oncom Stockholm

 

Comments

comments

Tentang Penulis

Edi Utomo Putra

%d blogger menyukai ini: