CERPEN: SURAT CINTA UNTUK IBUKU

Assalamualaikum Bu
Apa kabar? Ibu sehat di sana? Bagaimana kabar Bapak?
Alhamdulilah Bu, disini aku sehat
Owh iya di sana hari ini tanggal 22 Desember kan? yah hari ibu “ibu, selamat hari ibu”. Banyak yang ingin aku lakukan andai sekarang aku bisa merayakan hari ini bersamamu di rumah.
Sudah hampir enam bulan aku disini, tempat yang asing dan aku benar-benar sendirian. Bu, aku ingat saat pertama kali aku mengatakan tentang beasiswa ini padamu. Kau tak pernah setuju dengan rencanaku untuk melanjutkan sekolah ke luar negeri. Kita sempat bertengkar saat itu. Pertengkaran itu membuatku sakit bu, sakit sekali dan aku pun tahu Ibu sama terlukanya denganku. Berhari-hari kita tak saling bicara hingga suatu hari Ibu tiba-tiba mengetuk pintu kamarku dan memelukku. Kita berdua menangis dan pada hari itu juga Ibu merelakan anak perempuanmu satu-satunya ini untuk melakukan apapun yang dia inginkan.
Terima kasih Ibu . . .
Terima kasih atas izinnya. Ibu tahu kan, aku tak akan pernah pergi kemanapun tanpa izinmu.
Bu, bukannya aku ingin meninggalkanmu. Bukan seperti itu.
Aku punya dunia sendiri dan impian yang ingin sekali ku wujudkan.
Dan harus memilih antara impianku atau Ibu. Ini adalah hal yang tidak mungkin aku lakukan. Aku menyayangi ibu lebih dari apapun di dunia ini.
Terima kasih untuk izinnya Bu . . .
Aku rindu rumah
Rindu hangatnya pelukan Ibu
Dan mungkin Ibu tak percaya aku sangat rindu omelan Ibu.
Kadang saat aku malas membersihkan kamar, aku seperti mendengar suara Ibu mengomeliku dan lucunya aku bergegas untuk membersihkan kamar.
Atau saat aku sedang dalam perjalanan ke kampus, aku seperti melihatmu berdiri di depan pintu sambil memandangiku pergi seperti yang biasa Ibu lakukan di rumah, aku tersenyum dan aku berpikir mungkin Ibu sedang melakukan itu dirumah.
Ibu selalu ada di hatiku

Owh iya, aku rindu sambal terasi Ibu, di sini tidak ada yang menjual terasi. Ahhh kapan yaa aku bisa pulang. Membayangkannya saja itu sangat menyebalkan. Ibu tahu kan aku paling suka sambal terasi buatan ibu.
Tapi ibu tak perlu khawatir di sini aku makan dengan baik. 4 sehat … 5 sempurna

Buuu, jaga kesehatan ya
Salam sama Bapak
Aku sayang Ibu

Istanbul, 21 Desember 2014

Anakmu
Aprilia


Diterbitkan

dalam

oleh

Tags:

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *