7 Kebiasaan Mahasiswa Saat Tak Pulang Kampung

Merantaulah, engkau akan menemukan pengganti orang-orang yang engkau tinggalkan.” ~Imam Syafi’i

“Berpeluhlah engkau dalam usaha dan upaya, karena lezatnya kehidupan baru terasa setelah engkau merasakan payah dan peluh dalam bekerja dan berusaha.” ~Imam Syafi’i

Ketika berbicara tentang pergi dari kampung halaman banyak yang sudah membuktikan bahwa itu di perlukan bahkan dianjurkan. Banyak hal yang diperoleh ketika berada di daerah rantau. Pengalaman baru, ilmu serta wawasan dan hal-hal luar biasa bisa diperoleh saat berada di daerah rantau. Beberapa dinamika kehidupan mulai dari soal mandiri dalam mengambil keputusan harus dihadapi para mahasiswa rantau. Beberapa aktivitas perkuliahan kerap kali membuat para mahasiswa mengalami kejenuhan dan merindukan untuk beristirahat dan berhenti dari segala aktivitasnya. Jika sudah seperti ini waktu yang paling dinanti para mahasiswa ini adalah saat liburan datang.

Ketika liburan beberapa mahasiswa yang sudah menyelesaikan aktivitas perkuliahannya seperti ujian semester, pasti akan menikmati liburan dengan caranya. Yakni salah satunya adalah dengan pulang kampung. Berkumpul bersama keluarga.  Namun pada kenyataannya, ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan beberapa mahasiswa tidak bisa pulang kampung, seperti kehabisan tiket travel, jarak yang sangat jauh sehinnga terkadang tidak mencukupi waktu libur yang singkat, atau minimnya ongkos untuk biaya pulang kampung atau bahkan beberapa memilih untuk tidak pulang kampung.

Nah, berikut adalah beberapa kebiasaan yang sering dilakukan para mahasiswa yang tidak bisa pulang kampung dan mungkin bisa  dijadikan bahan referensi buat kamu yang galau diperantauan.

  1. Meningkatkan Jadwal Rapat Organisasi

Bagi mahasiswa yang berprofesi sebagai Aktivis lembaga waktu liburan mungkin tidak berpihak untuknya beristirahat sebentar. Ketika masuk waktu liburan, beberapa jadwal rapat pasti langsung naik drastis. Apalagi bagi aktivis yang punya jabatan strategis akan langsung menaikan running rapat. Biasanya, hal ini akan membuat beberapa anggota biasa apalagi anak baru terkadang harus menggerutu karena keputusan ketuanya. Ini tidak mungkin dilakukan karena ingin menaikan produktivitas lembaga, tetapi mungkin agar dia tidak kesepian saat tak pulang kampung. Atau untuk beberapa mahasiswa yang mengikuti banyak lembaga yang terkesan cuma nebeng nama karena hadir senin kamis saja akan rajin hadir di semua undangan rapat lembaga-lembaganya.


Diterbitkan

dalam

oleh

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *