Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Opini

Proses Politik Dalam Kampus, Benarkah Perlambat Studi ?

Sumber : erepublik,com

Malam itu diskusi semakin ramai dengan kedatangan kawan-kawan dari beberapa Universitas yang ada di kota Palu, semakin malam nampak semakin banyak gelas kopi yang kosong.

Ah, malam itu kepala ini seakan mau pecah dengan kata-kata yang terlalu berat untuk dicerna seorang yang sehari-harinya hanya belajar mengenai Hidrogen dan Oksigen (maklum saya merupakan Mahasiswa eksakta).

Diskusi malam itu kemudian fokus menyoroti beberapa argumentasi yang berkembang di kampus-kampus, tak terkecuali Untad. Salah satu topik hangatnya mengenai wacana proses politik dalam kampus sebagai salah satu faktor penghambat proses studi mahasiswa. Malam itu kita semua sepakat, proses politik dalam kampus adalah hal yang tak bisa dilupakan.

Berangkat dari hasil diskusi tersebut, saya mulai tertarik untuk menuliskan beberapa catatan mengenai persoalan ini, walaupun saya belajar sebagai mahasiswa eksakta, kiranya hal ini perlu untuk dibahas guna merubah paradigma yang terbentuk.

Apa itu politik?

Jika ditelaah secara kasat maka tak ada salahnya banyak yang menilai politik sebagai kegiatan yang kurang baik, hal ini mungkin didasari apa yang selama ini kita saksikan di televisi maupun media mainstream lainnya, bagaimana para elit politik negara menunjukkan intrik-intrik yang cenderung negatif untuk memperoleh kekuasaan dan lain sebagainya, maka tak heran banyak yang acuh bahkan tak mau tau menau tentang politik.

Pengertian politik sendiri sebenarnya sangat luas, namun secara praktis Aristoteles mendefinisikan politik sebagai usaha yang ditempuh warga negara untuk mencapai kebaikan bersama, namun pengertian ini masih terlalu luas karena mencakup proses kenegaraan. Lebih sederhana, politik dapat disimpulkan sebagai cara  untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Seperti apa proses politik dalam kampus?

Berkaitan dengan wacana mengenai proses politik yang menjadi salah satu faktor penghambat mahasiswa menyelesaikan studinya, mungkin kita perlu menelaah lebih dulu seperti apa sebenarnya proses politik yang dimaksud dalam wacana tersebut. Jika proses politik yang dimaksud mengarah kepada kegiatan-kegiatan kelembagaan semisal pemira dan kongres, mungkin ada beberapa sudut pandang yang perlu kita rubah.

Nah atas kesimpulan sebelumnya mengenai politik, mungkin definisi yang lebih spesifik tentang proses politik dalam kampus mencakup cara mahasiswa untuk mencapai tujuan-tujuannya selama melakukan dialektika dalam kampus, semisal bagaimana memenangkan regulasi-regulasi yang pro terhadap mahasiswa, menyelesaikan persoalan kemahasiswaan, memperoleh jabatan dalam lembaga kemahasiswaan, dan lain sebagainya.

Benarkah proses politik merupakan penghambat studi mahasiswa?

Mengenyampingkan proses politik dalam kampus, tentu menjerumuskan mahasiswa dalam keadaan apolitis, Hal ini sebenarnya sangat bertolak belakang dengan fungsi mahasiswa itu sendiri sebagai Iron Stock.

Sampai saat ini nampaknya belum ada satupun survey atau data yang membuktikan proses politik maupun lembaga kemahasiswaan sebagai faktor utama penghambat studi. Ya, memang benar ada beberapa Mahasiswa yang sedikit lambat menyelesaikan studinya hanya karena terlalu terfokus pada lembaga kemahasiswaan, namun tak dapat kita pungkiri ada lebih banyak juga mahasiswa yang sukses menyelesaikan studi tepat pada waktunya tapi tetap terlibat aktif dalam lembaga kemahasiswaan maupun proses politik dalam kampus.

Atas dasar itu, kiranya kurang tepat jika kita serta merta menjustifikasi bahwa proses politik dalam kampus atau lembaga kemahasiswaan sebagai salah satu faktor penghambat penyelesaian studi, karena membangun mindset seperti ini sama halnya menjerumuskan mahasiswa dalam keadaan apolitis dan tentunya menyalahi fungsi mahasiswa itu sendiri seperti yang dijelaskan diatas tadi.

Sebenarnya masih banyak opini yang ingin saya coba tuliskan, namun untuk saat ini kiranya cukup dulu. Sampai ketemu di opini berikutnya.

AnakUntad.com adalah media warga.
Setiap warga kampus Untad bebas menulis dan menerbitkan tulisannya.
Tanggung jawab tulisan menjadi tanggung jawab penulisnya.

 

 

Tentang Penulis

Dito Englen

Hanya Pengamat!