Berita Terkini

Tindak Lanjut Aksi Kartu Kuning, Ini Gerakan BEM UI untuk Asmat

anakUntad.com – Minggu (4/2/18) Gerakan Kartu Kuning untuk Jokowi yang dilakukan oleh Ketua BEM UI 2018, M Zaadit Taqwa makin ramai diperbicangkan oleh masyarakat Indonesia. Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, Aksi tersebut membawa tiga tuntutan, pertama penyelesaian masalah gizi buruk di Asmat, kedua pangangkatan Polri aktif sebagai PLT Gubernur Sumut dan Jabar, dan ketiga masalah draft peraturan baru mengenai organisasi mahasiswa (Ormawa).

Pasca kartu kuning diberikan Ketua BEM UI, gerakan tersebut langsung mendapatkan respon dari Presiden Jokowi bahwa akan mengirimkan Ketua BEM beserta pengurus untuk mengunjungi langsung Asmat di Papua.

Idmand Perdina selaku Wakil Ketua BEM UI mengatakan, sebelum Jokowi menyampaikan hal tersebut, pihak BEM UI sudah merencanakan untuk melakukan hal konkret untuk membantu korban gizi buruk di Asmat.

“Kami memang sudah memiliki rencana untuk konsentrasi pada kasus luar biasa yang menimpa Asmat, akan ada tindak lanjut dari BEM UI”, ujarnya dalam rilis media BEM UI yang dikirimkan ke anakUntad.com

Hal konkret yang dimaksud oleh Wakil Ketua BEM UI tersebut dibuktikan dengan rilisnya kampanye link donasi melalui website kitabisa.com. Kampanye yang bertujuan mengajak Masyarakat Indonesia membantu masyaramat Papua tersebut baru saja rilis hari ini (4/2/18) dikanal Instagram bemui_official.

“Ini adalah langkah konkret kita untuk berkomitmen membantu sahabat-sahabat kita di Papua dan mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk berkolaborasi bersama dalam gerakan kemanusiaan ini” Ucap Idmand.

Dapat dilihat pula pada media sosial Instagram @zaaditt, M. Zaadit Taqwa mengajak seluruh orang baik di Indonesia untuk melangkah bersama memberikan bantuan donasi bagi sahabat kita di Asmat.

Kabar terakhir, kondisi Asmat saat ini 12.398 orang telah diperiksa dan hasilnya menunjukan 646 anak terkena wabah campak dan 144 anak menderita gizi buruk. Kondisi tersebut tidak sebanding dengan fasilitas kesehatan yang ada, yaitu hanya ada 1 rumah sakit, 26 dokter, dan 13 puskesmas yang berada di Asmat. Pemerintah sejauh ini sudah memberikan dana kesehatan 69 miliar pada tahun 2017 dan 4 miliar pada tahun 2018, lalu terdapat pemberian vaksin kepada 13.336 warga.

Namun bantuan yang diberikan oleh Pemerintah bersifat kuratif sehingga menimbulkan pembengkakak dana sebagaimana tertulis pada infografis kanal BEM UI. Md