Info Kampus

Kolaborasi Kebaikan BEM FISIP Untuk Korban Sengketa Lahan Tanjung Sari

Ditulis Oleh Sugi Safitri

Tidak asing lagi bagi kita mendengar konflik sengketa lahan warga Tanjung Sari, Luwuk, Banggai, Sulawesi Tengah. Sudah hampir 4 minggu warga Tanjung Sari tidak lagi memiliki tempat tinggal karna lahan tempat tinggal mereka harus di gusur. Ternyata penggusuran ini adalah kali kedua setelah sebelumnya penggusuran pertama pada pertengahan bulan Mei 2017 lalu. Akibat kejadian ini, hampir 200an unit rumah warga dan 343 KK yang terdiri dari 1.411 jiwa  telah menjadi korban penggusuran sepihak tersebut. (sumber: konsorsium pembaruan agraria)

Dengan terjadinya konflik sengketa lahan ini mengetuk kembali jiwa kemanusian para Kabinet Badan Eksekutif Mahasiswa FISIP UNTAD untuk melakukan penggalangan dana. BEM FISIP berkolaborasi dengan seluruh HMJ dan UKM yang ada dilingkup FISIP untuk melakukan aksi kemanusiaan ini. Pengumpulan dana ini dilakukan selama seminggu, mulai tanggal 2-8 April. Bertitik di Bundaran Patung Kuda Anjungan Nusantara Palu dan lampu merah Basuki Rahmat. Para pengurus BEM, HMJ dan UKM FISIP melakukan penggalangan dana sepulang kampus sampai jam 10 malam.

“sangat besar harapan saya dari diselenggarakannya penggalangan dana ini. Saya ingin anak-anak di Tanjung Sari bisa tetap bersekolah karena merekalah tongkat estafet bangsa ini. Penerus dan penggerak untuk Tanjung Sari kedepannya. Juga dari penggalangan dana ini, masyarakat Tanjung Sari bisa merasakan lagi tempat tinggal yang layak. Semoga apa yang kami kerjakan ini dapat sangat membantu saudara kami yang ada di Luwuk, walaupun tidak seberapa banyaknya.” Ujar Febrianto selaku Koordinator Divisi Advokasi BEM FISIP UNTAD.

Sampai saat ini hampir 6 juta dana yang sudah terkumpul. Ketua BEM FISIP, Wahyu Aldat juga mengatakan kalau dana yang terkumpul akan langsung mereka antar ke Tanjung Sari sambil menjenguk  dan bersilaturahmi dengan masyarakat Tanjung Sari.

Tentang Penulis

Sugi Safitri

public administration of social & politics science faculty.