Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Karya & Prestasi

5 Kali Gagal Apply Beasiswa Luar Negeri , Akhirnya Enggar Dwi Prihastomo Berhasil Raih Beasiswa Ignacy Łukasiewicz

Ditulis Oleh Ana Puji Lestari

Pernah daftar beasiswa? Ditolak? Gimana rasanya? Sakit yaa.. Hmmm, kecewa sih hal yang wajar ya, tapi jangan sampai membuatmu patah semangat dalam meraih mimpi. Buat kamu yang merasa ingin menyerah dalam mengejar beasiswa impian, sepertinya kamu mesti belajar dari anakUntad yang satu ini. Enggar Dwi Prihastomo, alumni Teknik Informatika Universitas Tadulako ini sempat gagal lima kali saat apply beasiswa luar negeri. Namun, akhirnya di tahun 2018 ini Enggar berhasil menaklukkan beasiswa Ignacy Lukasiewicz, program beasiswa Pemerintah Polandia. Semoga tulisan kali ini bisa memompa semangat mu untuk berjuang lebih keras lagi dalam menggapai impian kuliah gratis di luar negeri.

Belajar di luar negeri merupakan impian Enggar sejak kuliah S1. Motivasi terbesar alumni pertama S-1 Teknik Informatika Universitas Tadulako ini adalah ingin belajar dan memperluas pengetahuan bidang teknologi informasi di negara maju. Namun, untuk mewujudkan impian tersebut, butuh perjuangan yang tidak biasa. Impian Enggar melanjutkan studi di luar negeri akhirnya dapat terwujud, setelah berkali-kali gagal apply beberapa beasiswa luar negeri seperti beasiswa Fulbright, Chevening, MEXT (Beasiswa Pemerintah Jepang), Erasmus, dan AAS.

Kegagalan yang dialami alumni Jurusan Teknik Informatika UNTAD ini, rupanya tidak meruntuhkan semangatnya untuk terus berjuang mendapatkan beasiswa luar negeri. Bahkan, saat menerima pengumuman bahwa Enggar dinyatakan lolos beasiswa Ignacy Lukasiewicz, ia sedang menjalani proses seleksi beasiswa LPDP dalam negeri. Namun, akhirnya Enggar harus mengundurkan diri dalam seleksi beasiswa LPDP.

Enggar mengakui ketertarikannya di dunia teknologi sejak duduk di bangku SMK. Kemudian, ia menempuh studi S-1 jurusan teknik informatika dengan menekuni sistem cerdas. Rencananya, pemilik motto hidup “Never give up, always do your best” akan menempuh jenjang magisternya di Wroclaw University of Technology. Enggar mengakui bahwa setelah lulus, Ia ingin berkontribusi di bidang pendidikan dan penelitian dengan menjadi dosen dan konsultan.

Bagaimana tips memperoleh informasi beasiswa luar negeri?

Perjuangan Enggar untuk berkuliah gratis di negeri orang bukanlah hal yang mudah, namun kali ini ia memberikan tips buat teman-teman yang juga memiliki impian yang sama untuk kuliah di luar negeri.

1.Rajin mencari informasi di internet
Saat ini, informasi mengenai beasiswa luar negeri sudah tersebar luas di internet. Kamu bisa follow akun media sosial yang menyediakan info beasiswa seperti @pemburubeasiswa di instagram.

2.Perbanyak membaca referensi Motivation Letter
Saat apply beasiswa, biasanya akan diminta yang namanya Motivation Letter. Olehnya itu, dibutuhkan kelihaian kalian dalam menuliskan motivation letter. Kamu bisa mencari referensi di internet, kemudian latihan menulis dan mencari orang-orang berpengalaman yang bisa memberi masukan untuk perbaikan kualitas motivation letter-mu.

3.Pantang menyerah dan fokus pada tujuan
Dalam proses meraih mimpi, kadang kita dihadapkan pada tantangan yang menguji mental kita apakah bisa bertahan atau memilih untuk mundur. Agar impian mu bisa terwujud, saat kamu mulai lelah dan ingin menyerah, ingatlah tujuan awal kamu bahwa kamu sudah berani bermimpi itu artinya kamu harus berjuang untuk mewujudkannya.

4.Pentingnya Investasi
Kuliah dengan memperoleh beasiswa memang gratis. Namun, dalam prosesnya kamu perlu modal awal seperti biaya test sertifikasi kemampuan bahasa asing,pengiriman berkas, transportasi pembuatan visa,dan lain-lain. So, kalau gajian kamu perlu nabung yaa …:D

Buat kamu yang ingin memperoleh informasi lebih lanjut mengenai Beasiswa Ignacy Lukasiewicz, kamu bisa konsultasi dengan mengikuti akun instagram kak @enggardwiprihastomo 🙂

Tentang Penulis

Ana Puji Lestari

Penulis merupakan Alumni S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Tadulako.