Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Opini

Tik Tok Aplikasi goblok | Benarkah ??

tik tok
Ditulis Oleh Arum Sekar Wangi
Apa itu Tik Tok ?

Tik tok sendiri adalah sebuah aplikasi video musik yang berasal dari China (dalam bahasa China bernama Douyin), diluncurkan pertama kali pada September 2016 oleh sang penemu yaitu Zhang Yimin.

Aplikasi ini memungkinkan penggunanya untuk membuat kreasi video mereka dengan ratusan pilihan musik yang tersedia dan filter dalam 15 detik.

Beberapa tahun kebelakang ini, sejak diluncurkan sebuah aplikasi yang bernama “tik tok”, banyak pro dan kontra yang terjadi.

Belum lama ini banyak video yang viral, seperti video “Anjing Kacili” atau video goyang 2 jari dengan menggunakan lagu “Aisyah Jamila”. Sejak saat itu Tik Tok mulai disebut Aplikasi Goblok.

Mengapa demikian? Netizen berpendapat bahwa Tik Tok merupakan sebuah aplikasi yang tidak berguna sama sekali, merusak moral anak bangsa dan bahkan bisa sebagai wadah pornografi.

Lantas kenapa hanya Tik Tok yang menjadi sumber hujatan Netizen? Kenapa aplikasi serupa tidak mendapatkan cibiran yang sama?

Mari kita bahas.

Pertama, Tik Tok menjadi topik cibiran yang hangat di Indonesia, karena orang Indonesia lebih tertarik menggunakan aplikasi Tik Tok dibandingkan aplikasi lainnya, seperti Musical.ly. Hasil pencarian di Play Store, Tik Tok berada pada trending nomor 1 pencarian di Play Store dengan 50 juta kali download. Walaupun jumlahnya kalah dengan Musical.ly yang meraih 100 juta kali download, namun Tik Tok lebih populer dibandingkan Musical.ly pada 2 tahun terakhir ini. Musical.ly sendiri juga berasal dari China yang secara resmi rilis pada April 2014.

Kedua, aplikasi Tik Tok belakangan ini mencuri perhatian Netizen akibat dari video video absurd nan ajaib dari pemakainnya, yang tidak segan mempermalukan diri sendiri hanya untuk meraih followers, Likes dan tentunya menjadi viral. Banyak sekali dapat kita temukan konten konten yang sangat tidak pantas ditayangkan, bahkan sekarang ini mulai merambah ke arah pornografi.

Ketiga, pengguna Tik Tok tidak mengenal usia. Baik Balita yang mulai mengenal gadget sampai Lansia yang mulai menikmati usia tua juga menggunakan aplikasi ini. Netizen acap kali geleng kepala melihat para anak sekolah yang mulai tumbuh menjauh dari norma dan moral, bahkan kebiasaan bangsa Indonesia. Anak-anak ini juga bahkan dianggap sudah dewasa sebelum waktunya.

Tik Tok juga bahkan mendapatkan statement khusus, yaitu “Aplikasi Goblok” dari netizen. Bahkan apabila kalian mencari pada Google Play store dengan mengetikkan “Aplikasi goblok” maka Tik Tok akan muncul sebagai hasil pencarian.

Lantas benarkah pernyataan “Tik Tok aplikasi goblok?”

Dari hasil diskusi penulis dengan beberapa Netizen, sebenarnya pernyataan ini tidak tepat. Mengapa?
Tik Tok hanyalah sebuah Aplikasi. Sekali lagi, hanya sebuah aplikasi yang diciptakan untuk menambah kreativitas dan sebagai aplikasi yang menjadi sumber kebahagiaan bagi semua orang. Tik Tok tidak bisa menjadi kambing hitam atas perbuatan penggunanya yang salah kiprah dalam menggunakan aplikasi ini. Semua hal di dunia ini pasti memiliki sisi baik dan buruk. Tik Tok pada dasarnya sama dengan Youtube, instagram, twitter, fb. Apabila semua aplikasi Ini digunakan dengam bijak, maka sisi positif yang akan kita raih. Apabila kita menggunakannya pada jalur yang salah, maka sisi negatif lah yang akan muncul.

Baca Juga :
Lalu apa solusi yang dapat dilakukan untuk membenahi masalah ini?

Saran dari Netizen yang telah meluangkan waktu untuk berdiskusi dengan penulis adalah pertama ada baiknya Tik Tok menyediakan fitur blokir atau report, seperti Instagram dan Twitter. Agar, apabila penggunanya melihat sesuatu yang  bahkan tidak pantas ditayangkan pada Tik Tok, pengguna dapat memilih ikon report sehingga video tersebut dapat ditindak lanjuti oleh pihak yang bertanggung jawab di Tik Tok, seperti memberikan teguran atau menghapus video tersebut dari aplikasi itu sendiri.

Kedua, pengguna Tik Tok lebih baik membuat konten yang lebih bermanfaat atau berfaedah, menggunakan Tik Tok sebagai wadah melatih kreativitas atau bahkan memanen rezeki, dengan memposting video-video yang tidak melanggar norma norma masyarakat. Hal yang harus diingat adalah, Prestasi lebih baik daripada Sensasi. Jangan mau terkenal akibat dari kejelekan yang kita tampilkan yang hanya membuat malu diri kita sendiri

Ketiga, netizen tidak hanya bisa memberikan komentar buruk tentang aplikasi ini, namun dapat membantu menyelesaikan problematika ini. Seperti, berhenti melihat atau memberi perhatian pada video video yang di posting. Karena, menurut penulis sendiri, para pengguna yang menyalahgunakan aplikasi ini adalah Attention seeker atau pencari perhatian. Jangan memberikan perhatian sedikit pun, agar mereka tidak menjadi viral dan hilang sendirinya dari peradaban. Karena di indonesia, seperti kata Dedy Corbuzier “Bad things or Good things. Always be a good thing”. Tanpa sadar, kita memberikan perhatian atau celah agar konten itu menjadi viral, karena kita melihat, mengomentari bahkan membagikan konten tersebut hingga semua orang mengetahuinya. Netizen juga dapat mengalihkan perhatian dari konten konten alay tersebut ke arah konten konten yang berkualitas. Seperti info info menarik yang sedang terjadi di dunia yang justru dapat memberika kita sumber pengetahuan

Sekali lagi, bukan aplikasinya yang salah atau goblok, tetapi pemakainnya.

Itulah pendapat penulis tentang statement Tik Tok aplikasi Goblok. Bagaimana menurut kalian? Silahkan tuliskan pendapat kalian pada kolom komentar .

Lets make the world to be a better place for us ?

AnakUntad.com adalah media warga. Setiap warga kampus Untad bebas menulis dan menerbitkan tulisannya. Tanggung jawab tulisan menjadi tanggung jawab penulisnya

 

Tentang Penulis

Arum Sekar Wangi

Fakultas Pertanian - Agroteknologi - '17
"Let's change the world to be a better place for us❤"