Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Opini

Aksi Sampah Bersih ? Jangan Tunggu Hari Peduli Lingkungan

Ditulis Oleh Ashari Ramadhan

Jangan Tunggu Hari Peduli Lingkungan

Siapa yang akan menyangkal hangatnya (kalo tidak mau dikatakan panas) kota palu ini? Matahari bersinar lebih cerah, lebih lama pula. Hujan pun jarang, apalagi lebat. Kecuali beberapa hari yang lalu, malam itu mungkin bukan hujan yang deras, badai barangkali.

Singkat cerita, ketika malam itu bintang memilih sembunyi di balik awan. Ku pilih pergi bercukur agar tampak sedikit menawan. Baru 1/3 rambut ini rapi, lampu padam. 10 detik kemudian, jatuhlah badai didorong angin yang terlalu bersemangat. Betapa sialnya aku ini, cukur belum selesai, mati lampu, hujan, tidak bisa segera pulang ke kos, tidak bawa hp, mana mungkin aku bisa baca buku Bumi Manusia di bawah cahaya kilatan petir yang tak sepenuhnya menerangi. Sial betul.

5 menit berlalu, air menorobos masuk rumah tukang cukur tanpa meminta izin terlebih dahulu. “Kasian rumahku ini bocor sana sini, besok harus kerja keras bersihkan rumah dan sampah. Ah gara-gara hujan” keluh tukang cukur itu. “Bukannya besok hari jumat bersih?” balasku sambil terkekeh.

Keesokan harinya, sampah memang berceceran di jalan-jalan. Keluar dari got-got karena sudah bosan tinggal disana. Di beberapa tempat, air hujan masih tergenang seperti kenangan, eh. Praksis, jumat bersih! Semua korban membersihkan. Semua gara-gara hujan semalam. Ah, betulkah seperti itu?

Saya sangat yakin, yang hujan turunkan berupa 2 atom hidrogen dan sebuah oksigen yang bersatu (kita kapan?). Kita mengenalnya dengan sebutan air. Tak pernah ku lihat hujan menjatuhkan ikan seperti yang viral-viral, juga tidak ada hujan uang sepengetahuanku. Jika ada hujan uang tentu BPS tidak akan menggambarkan kemiskinan yang turun, namun menggambarkan bagaimana kemiskinan telah berhasil dituntaskan! Lebih lucu lagi, jika hujan menjatuhkan sampah. Adilkah menyalahkan hujan?

Baca Juga : 132 Trilliun Rupiah Kerugian Akibat Perubahan Iklim

Tentang Penulis

Ashari Ramadhan

Dia mengharapkan mu bersusah payah membaca apa yang ditulisnya dengan susah payah pula.
Multatuli