Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Karya & Prestasi

Untad Berhasil Meraih Juara Ketiga Pada Ajang KDMI 2018

Ditulis Oleh Adi

Universitas Tadulako (Untad) berhasil meraih juara ketiga dalam Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) 2018 yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Kompetisi ini diselenggarakan di Universitas Negeri Malang, Malang, Jawa Timur, pada 15-20 Agustus 2018 dan merupakan tahun pertamanya.

Seleksi Tingkat Perguruan Tinggi di Kota Palu

Wakil dari Untad terdiri atas 4 orang, yakni Andriawan Marcelino (Fakultas Hukum, 2016), Dion Yosafat Prabowo (Fakultas Ekonomi, 2016), dan Rizaldy Alif Syahrial (Fakultas Hukum, 2016) yang bertindak sebagai debater, serta Triono (Fakultas Pertanian, 2014) yang bertindak sebagai adjudicator. Mereka berhasil terpilih sebagai wakil dari Untad untuk ajang KDMI 2018 setelah mengikuti seleksi tingkat Universitas pada bulan Maret 2018.

Setelah lolos dan terpilih melalui seleksi ketat tingkat Universitas, mereka mulai melakukan persiapan beberapa bulan sebelum mengikuti seleksi wilayah 9 di Makassar.

“Dari Maret kita selesai seleksi itu, terpilih, disitu kita sudah mulai bimbingan terus sampai menuju lomba di Makassar. Pembimbingnya kita itu ada Pak Rajiman, Pak Yusri, sama Pak Gazali Lembah dari (Prodi, peny.) Bahasa Indonesia sendiri,” ujar Triono yang bertindak sebagai adjudicator saat dihubungi oleh anakUntad.com (30/8). Selama mengikuti lomba, tim Untad juga didampingi oleh Dr. Sitti Harisah.

Wakili Sulawesi Tengah

Sebelum ke tingkat nasional, tim dari Untad mengikuti seleksi wilayah 9 yang diselenggarakan di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 27 April hingga 1 Mei 2018.  Wilayah 9 ini terdiri dari sekitar 60-an tim yang berasal dari perguruan tinggi negeri maupun swasta sebagai peserta dari seluruh Pulau Sulawesi. Pada akhir seleksi ini, Untad berhasil terpilih sebagai wakil dari wilayah 9 setelah mengikuti seleksi panjang dan berhasil menjinakkan Universitas Negeri Gorontalo di babak final untuk wilayah 9.

Dilansir dari situs belmawa.ristekdikti.go.id,  KDMI 2018 tingkat nasional diikuti oleh 13 tim dari 13 perguruan tinggi negeri dan swasta seluruh Indonesia, termasuk Untad. Pada babak penyisihan, Untad berhadapan dengan tim Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Negeri Padang (UNP), dan satu perguruan tinggi lainnya. Babak penyisihan merupakan babak awal untuk mengumpulkan poin untuk lolos ke babak perempat final, dan Untad sendiri berhasil melangkah ke babak tersebut.

Proses Seleksi Tahap Nasional

Pada babak perempat final, Untad berhadapan dengan tuan rumah, yakni Universitas Negeri Malang (UNM).

“Ketika kita berhasil masuk ke babak 8 besar, itu terasa sekali, karena kita harus berhadapan dengan Universitas Negeri Malang, mereka tuan rumah, dan kita tahulah, jangankan event lomba debat seperti ini, olahraga dan sebagainya pun yang jadi tuan rumah bakalan berusaha sekuat tenaganya supaya mereka yang tuan rumah tidak tersisihkan dari lomba itu, kan. Nah, itulah yang dilakukan oleh Universitas Negeri Malang,” ucap Triono.

Namun, kesempatan masih ada di pihak tim Untad. Tim Untad berhasil melangkah maju ke semifinal setelah menundukkan tuan rumah, UNM. Pada babak semifinal, tim Untad kembali berhadapan dengan tim UGM yang merupakan lawannya pada babak penyisihan. Setelah berjuang, tim Untad akhirnya harus mengakui keunggulan UGM untuk melaju ke babak final, dimana Universitas Indonesia telah menunggu di babak final, dan Untad akhirnya duduk di peringkat ketiga bersama Universitas Negeri Surabaya (UNS).

Baca Juga : Untad Raih Juara Lomba Cerdas Cermat KPU Sulawesi Tengah

Selain mendapat juara ketiga, salah satu debater dari tim Untad, Andriawan, berhasil memperoleh predikat Pendebat Terbaik 8 dalam kompetisi ini. “Sekadar informasi, dari yang masuk 8 besar itu, kita satu-satunya Universitas yang dari Sulawesi yang masuk 8 besar. Selebihnya itu dari pulau Jawa semua. Dan cukup jadi kebanggaan tersendiri karena ternyata, kita dari Sulawesi pun bisa terkenal di kancah nasional. Karena juri selalu tanya, ‘Universitas Tadulako, ya?’ iya. ‘Oh, juara 3, ya?’iya. ‘Universitas Tadulako itu dimana, ya?’ Dan itu bukan hanya satu juri yang tanyakan, beberapa juri. Jadi, harapannya, semoga dengan kemenangan ini, Tadulako bisa dikenal lebih jauh lagi, sih, oleh universitas-universitas yang ada di Pulau Jawa terutama,” tutup Triono dengan meniru gaya para juri yang bertanya.

AnakUntad.com adalah media warga. Setiap warga kampus Untad bebas menulis dan menerbitkan tulisannya. Tanggung jawab tulisan menjadi tanggung jawab penulisnya

Tentang Penulis

Adi