Palu Bangkit : Kematian | Puisi

Kematian

Ada duka yang sedang menyelimuti dada pada setiap yang kehilangan.

Aku tahu kematian adalah kepastian untuk semua makhluknya,

dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.

Sekilas kenanganmu kembali dipelupuk mata…

Senyum,

Tawa,

Amarah,

Sedih,

Risau,

Seringkali menghampiriku

Katamu berjalan bersama adalah bahagia, tapi menggenggam tanganmu saja aku tak bisa.
Bahkan untuk yang terakhir kalinya.

Kamu tahu?

Setiap ucapan duka cita dari mereka adalah duka yang paling dalam untukku.
Bahkan mengantarmu pergi seperti melepas paksa jantung yang menghentikan nadi.

Selamat jalan, Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya.

Selamat jalan, Allah lebih menyayangimu.

Baca Juga : Palu Kami

 

AnakUntad.com adalah media warga. Setiap warga kampus Untad bebas menulis dan menerbitkan tulisannya. Tanggung jawab tulisan menjadi tanggung jawab penulisnya

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *