Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Cerpen Kreasi Mahasiswa

Palu Bangkit : Tak Peduli Perbedaan Kita

Ditulis Oleh hayatiyaya

assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

saya akan sedikit mengenang dan menceritakan mengenai kejadian hari itu, yang membuatku trauma dan lupa akan tanggung jawabku, yang membuatku sadar tidak ada namanya perbedaan dan saat-saat dimana saya merasa bahwa apa yang kita miliki semuaya hanyalah titipan dari allah…dan begitu banyak kisah yang begitu mengharukan……inilah kisah yang cukup panjang dari saya untuk teman2 palu bangkit dan teman2 yang berusaha bangkit dari traumanya.

selamat membaca …

jum’at, 28 september 2018 hari itu sangat cerah dan saya pun juga bersemangat untuk menjalani hari”ku, apalagi hari itu merupakan piket ku dan teman2 KESMAS B untuk jualan kegiatan DIESNATALIS BEM FKM UNTAD. hari itu saya masuk pagi jam 07.30-09.30  lumayan pagi lah kita masuk untuk seorang mahasiswa, namun di hari itu semua dosen yang mengajar berhalangan untuk masuk….saya pun sangat senang sekali karena dosen tidak masuk dan terbebas dari quis dan tugas…..

Lanjut cerita saya pun pulang cepat karena jualan ku habis dan dosen pun tidak masuk, tiba-tiba saya kefikiran untuk mengajak teman ku retno, karin dan hanisa pergi ke PGM, mereka merupakan sahabat karib ku yang entah kapan kami bisa akrab……., namun ada bisik-bisikan baik dalam hatiku “pulang jo yaya, masih banyak waktu ada orangtua mu di rumah” saya pun mengikuti kata hati ku dan tidak jadi mengajak teman ku, ketika saya sudah di atas motor hp ku bergetar (drrrrrt….drrrttt..drtttt..) dan saya melihatnya ternyata itu adalah panggilan dari kakak ku, biasanya saya paling malas mengangkat telfon darinya karena kalo bukan saya di suruh cepat pulang jangan singgah-singgah atau jemput anaknya….saya pun mengangkat telfonnya”halooo boskuu, kenapa? “(itu merupakan panggilan ku buat kakak ku). dan kaka ku menjawab “walaikumsalam de, boleh jemput usman di tempat biasa, soalnya kaka pulangnya habis magrib”. hmmm…..biasanya saya kalo di suruh jemput anaknya saya selalu mencari-cari alasan untuk tidak menjemputnya, entah mengapa hari itu diriku sangat patuh sekali……Singkat cerita, saya pun menjemput keponakan ku yang berumur 9 tahun di mamboro, kami pun sempat singgah makan es ceendol….”katanya dia haus”, seketika sampai di rumah jam 11. 45 kami pun masuk di rumah dan ternyata di rumahku ada mama dan papa ku, saudara ipar ku dan usran (keponakan ku yang berumur 2 tahun) mereka sedang beristirahat dan papa ku sedang asyik menonton tv. saya pun langsung masuk ke kamar dan mengganti pakaian ku untuk bersiap-siap sholat dan istirahat tidur siang…..

 

“nak ……….bangun nak sudah soreee” suara mama ku pun terdengar ketika membangunkanku untuk sholat ashar , saya pun langsung bangun dan melaksanakan sholat ashar ketika saya selesai sholat saya merasakan getaran dan goncangan yang tidak terlalu kuat….” mama gempaaa, gempaa maaa ee” saya pun berteriak dari kamar, mama ku menjawab “ iya nak sudah 3x dengan yang ini, istigfar saja banyak2”  saya langsung istigfar sebanyak yang saya bisa……….lalu saya mengunci pintu kamar saya untuk mengerjakan tugas di kamar tanpa di ganggu oleh 2 anak kecil, saya pun terlalu asyik mengerjakan tugas kampusku tanpa saya sadar ternyata sudah jam 17.58 dimana 5 menit lagi menuju gempa yang dasyat yang mengguncangkan kota palu……., saya pun keluar kamar untuk membantu mama ku  dan……………………………..GEMPA itu terjadi jam 18.02 semuanya di guncangkan, lemari”, wajan dan peralatan lainnya semuanya jatuh ke lantai, saya pun takut, panik dan bingung, fikiran ku kosong……….saya langsung lari keluar rumah tanpa memikirkan orang” yang saya sayangi seperti papa ku yang baru keluar dari RS serta keponakan ku yang masih kecil”, ketika saya sudah di luar rumah saya melihat yang keluar hanya kaka iparku, usman dan mama ku……….berarti yang masih berada di dalam rumah adalah ayahku dan keponakan ku usran yang masih berumur 2 tahun ” aduhhhhh……mama……papa masih di dalam dengan usran” saya pun berteriak di tambah dengan guncangan yang kencang….papa dan usran belum ada keluar”, saya merasakan ketakutan yang belum pernah saya rasakan…..takut kehilangan orang yang saya sayangi…..

saya dan ibuku memberanikan diri masuk ke dalam rumah meskipun dengan linagan air mata yang bercucuran dan ketakutan yang ada di hati ……….saya pun melihat papa ku yang terduduk di lantai tidak bisa berdiri dia hanya berpegang di tembok rumah dan kakinya yang sudah tidak mampu untuk berdiri, ibuku pun berteriak “ pa’……………….cepat keluar mau ada gempa susulan ” papa ku tetap berpegang pada tembok karena kakinya yang sudah tidak kuat lagi untuk berdiri, mama ku pun langsung masuk tanpa berfikir panjang dan membantu papa ku untuk keluar dari rumah sedangkan saya masih di belakang mencari kepoakan kecil ku……dan ternyata dia sudah lari keluar dengan sendirinya..” antee yaya kaki ku sakit” panggilan usran ketika sudah di luar rumah ” kenapa kaki mu nak ? ” (sambil menagis) mama ku menjawab panggilan usran “ datuuu  injak kaki ku tadi nenekk  ” jawab usran lagi.  mama ku langsung menciumnya dan menenangkannya

ketika kami sudah di luar semua orang” pun berlarian kesana kemari sambill berteriak “cepaaattt lariii……………sudah naiik airr.., lari….lari…….ketempat yang tinggi ” anak” yang di sekitaran rumah ku menagis mencari orang tuanya…………dan saat itu semuanya sendiri-sendiri tanpa mengingat keluarga mereka ………saya pun juga ingin lari menggunakan motor ku tapi………begitu banyak orang yang saya mau angkut, ayahku yang sudah tidak kuat lagi berjalan, mamaku, kakak ipar ku dan 2 keponakan ku ………………….saya harus bagaimana ya allah? siapa yang mau tolong saya bawa keluarga ku? mengapa mereka hanya melihat-lihat saja ? dalam kondisi yang sangat kacau  saya sudah pasrah……..mama ku berkata ” bawa saja dulu keponakan mu dan kakak ipar mu nanti mama dan papa tunggu di sini”  saya pun menagis dan berkata ” jangan bilang begitu mamaaa, tunggu pasti allah tolong”  tak lama dari itu saya melihat ada seorang lelaki menggunakan motor vino…saya pun memberanikan diri untuk meminta tolong kepada lelaki itu ” kak…….bantu saya kak bawa papa ku dia ndak bisa jalan sudah”  kaka itu berkata ” ouhh iya de …..mana papa mu? nanti saya bawa, ada bapakku juga mau kemari” tak lama dari itu ayah dari lelaki itupun datang dan membantu kita semua “ keluarga ku ada yang tolong, keluargaku bisa selamat” ucap ku dalam hati…….saya sangat bersyukur karena meskipun lelaki itu juga panik tapi dia tetap menolongku tak peduli siapa diriku, apa agama ku dan dia tanpa ragu menolongku.

Baca Juga : Isak Tangis, Maghribku

TIBA DI TEMPAT PENGUNGSIAN

ya allah dimanakah saya akan di bawa lelaki ini bersama keluarga ku” ucapan ku dalam hati, saya pun mengikutinya dari belakang , ketika sudah sampai saya sangat…….sangat terkejuttt ” wahhhh,,,,,,, kenapa saya di bawa tempat bgini ?” lelaki itu membawaku ke GEREJAA………..saya pun bertanya-tanya dalam hati ” boleh kah saya kemari ? tidak berdosa kah saya? apapun itu yang penting keluarga ku selamat dulu.

de disini saja duluu, aman di sini” kata lelaki itu saya hanya menganggukkan kepala dan mengikutinya saja. di tempat pengungsian ku kebanyakan yang non muslim ….kami beralaskan tanah dan beratapkan langit, tidak ada lagi perbedaan agama lain…..mereka sangat baik kepada kami, sama” dalam keadaan takut, haus dan lapar tapi kami tetap bisa melewati saat-saat yang mengharukan itu………kami diberi minum dan makan untuk menahan rasa lapar saat malam itu, kami pun sama” , makan dan berdoa menurut keyakinan masing”.

dari kejadian itu saya dapat mengambil banyak pelajaran dan hikmah dari bencana yang allah perlihatkan kepada saya..bahwasanya manusia itu hanya sementara di dunia dan harta benda hanyalah titipan, orang kaya ataupun miskin semuanya sama. dan allah telah perlihatkan itu semua ….orang yang menolong ku juga tidak terduga-duga itu semua sudah allah rencanakan.

terimah kasih ya allah engkau menolongku dan keluarga ku melalui lelaki yang beda agama itu dan menyelamatkan kami semua.

 

AnakUntad.com adalah media warga. Setiap warga kampus Untad bebas menulis dan menerbitkan tulisannya. Tanggung jawab tulisan menjadi tanggung jawab penulisnya

Tentang Penulis

hayatiyaya

hallo saya sitti nurhayati biasa di panggil yaya.....sya baru belajar menulis dan hobi saya juga bukan menulis,, tapi sya terinspirasi oleh seseorang yang membuat saya ingin menulis.....dan mari kita menciptakn hobi baru yang asik dan kita gemari