Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Opini

AYL 2019 – Be The Best Version of You

Ditulis Oleh Aqshal

AnakUntad Youth Leader selain jadi tempat belajar menjadi seorang pemimpin yang katanya “The Best Version of You”, juga menjadi tempat dimana i can deal with my own problems, especially anxiety.

Saya belajar banyak di AYL 2019. Baik secara langsung maupun tidak langsung. Setiap agenda memberikan banyak kontribusi dalam hidup saya. Mulai dari Malam Gelar Talenta, sampai Positive Fighter.

Sejujurnya, saya adalah orang yang sangat takut terhadap pandangan orang lain pada diri saya, dan Malam Gelar Talenta mengharuskan kami tampil di depan orang banyak.. Itu terasa seperti neraka karena saya sangat tidak terbiasa dengan ini dan dapat memicu anxiety atau gangguan kecemasan saya.

Namun karena saya berpikir ini adalah langkah awal untuk menjadi pemimpin dan menjadi versi terbaik dari diri saya, saya memberanikan diri menjadi konseptor dalam kelompok kami (meskipun saya bukan director), dan bersedia mengatur teman-teman saya mulai dari konsep penampilan hingga lagu yang digunakan.

Walaupun tim kami tidak menang, saya merasa saya telah berhasil menantang diri saya untuk sesuatu yang tidak biasa saya lakukan, apalagi saat mendapatkan tepuk tangan dari semua penonton juga komentar positif dari juri maupun teman-teman yang lain.

Kakak-kakak pemateri dengan masing-masing cerita mereka banyak memberikan inspirasi. Saya belajar berbagai hal mulai dari cara manajemen waktu yang baik, menjadi versi terbaik dari diri saya, juga bagaimana saya bisa memimpin tidak hanya memimpin diri saya sendiri, tapi juga orang lain.

Selain itu juga konsep outbond-nya yang benar-benar out of the box membuat kita tidak hanya seru-seruan tapi juga bisa belajar tentang memaknai kehidupan dari berbagai macam games seru.

Misalnya permainan filosofi kopi yang mengajarkan pahitnya hidup tidak akan terasa jika bersama dengan teman, saving the light yang mengajarkan bagaimana tentang menjaga harapan hidup dari tantangan demi tantangan secara bersama-sama, pyschodrama yang mengajarkan penyesuaian diri terhadap lingkungan sekitar, dan water tower yang mengajarkan pondasi hidup yang kokoh dapat terbentuk karena patuh pada peraturan.

Hal yang paling saya sukai dari rangkaian acara ini adalah Positive Fighter. Selain mengajarkan kita untuk tidak meminta-minta untuk mendapatkan sesuatu, saya belajar satu hal yang paling penting. Komunikasi adalah kunci dalam hidup bersosial.

Kita tak jarang mendapat penolakan disana-sini, namun ketika kita dapat berkomunikasi dengan baik dengan sesama kita, hubungan akan terasa lebih hangat dan banyak maksud bisa tersampaikan. Bahkan komunikasi yang baik dapat membuat kita lebih dekat walaupun tidak pernah kenal sebelumnya.

Positive fighter membuat saya bisa lebih dekat dengan masyarakat disekitar saya dan bahkan sampai mengetahui cerita hidup mereka masing-masing.

Seperti keluarga pemilik warung yang mengeluh warungnya sunyi sepanjang hari dan kurang pembeli, ibu pemilik warung nasi padang yang berbagi cerita sulitnya menghimpun dana kala ia menjadi mahasiswa di masa mudanya, harapan nenek pemilik warung gado-gado yang berharap agar kota palu dapat menjadi kota yang ramah akan pendatang dan bebas kriminal, sampai ibu pemilik warung es kelapa muda yang tidak tanggung-tanggung mempersilahkan kita untuk datang lagi lain kali dan minum es secara gratis.

Juga, hampir tidak ada sekat antara senior dan junior komunitas maupun mahasiswa yang berbeda angkatan. Kakak-kakak panitia juga seru dan friendly, bahkan ada yang tak segan ingin membantu saya dalam mengerjakan tugas kuliah yang harus selesai malam itu.

Saya banyak bertemu dengan teman-teman yang lebih senior dari saya di kampus, namun rasanya seperti teman seumuran. Saya bahkan merasa bahwa saya seperti sudah kenal lama dengan mereka, walaupun baru bertemu dalam kegiatan ini. Saya percaya bahwa kita adalah orang-orang baik yang dipertemukan di waktu yang baik pula.

Akhir kata, kegiatan AYL 2019 tidak hanya mengajarkan saya bagaimana menjadi seorang pemimpin, tapi mengajarkan saya tentang bagaimana menjalin komunikasi yang baik antar sesama, memaknai arti kehidupan disetiap hal yang kita lakukan, arti bekerja keras, dan yang paling penting, bagaimana kita bisa menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri.

Semoga kita akan terus dipertemukan di waktu yang baik, sekarang dan selamanya. Therefore, i will continue to improve myself to be a better version of who i am now.

Baca juga : Komunitas anakUntad Sukseskan Kegiatan AYL 2019

AnakUntad.com adalah media warga. Setiap warga kampus Untad bebas menulis dan menerbitkan tulisannya. Tanggung jawab tulisan menjadi tanggung jawab penulisnya.

Tentang Penulis

Aqshal

mageran 24/7