Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Cerpen Opini

Be The Best Version of Us

ayl2019
Ditulis Oleh Fitri Munawarah

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh

Ucapan terimakasih banyak kepada Panitia penyelenggara AnakUntad Youth Leader (AYL) 2019 karna berhasil membentuk, mengubah sudut pandang dan cara berpikir saya dalam pelatihan selama 3 hari.

Ada banyak pengalaman yang saya dapatkan ketika ikut serta dalam salah satu program Komunitas anakUntad yaitu “AnakUntad Youth Leader “.

Awalnya menurut saya ini kurang menarik minat saya dalam berlembaga, karna berpikir “hanya akan buang-buang waktu” dan pasti tidak akan jauh berbeda dengan lembaga manapun.

Ternyata Argumen saya salah. Lembaga dan program ini sudah membentuk sifat dan sikap saya sebagai seorang leader tanpa membentur.

Melalui jalur rekomendasi, saya mencoba mengikuti kegiatan ini dan ceritaku dimulai.

Menarik diri untuk vakum di beberapa lembaga, membuat saya menjadi orang yang takut ketika memulai komunikasi dengan orang-orang baru, menjadi orang yang lebih memilih diam dibandingkan harus mengeluarkan pendapat dan menjadi orang yang gugup ketika bertemu dengan orang-orang baru. Alhamdulillah, melalui program ini sikap saya seperti itu sedikit demi sedikit hilang.

Sejak Panitia membagikan rangkaian kegiatannya, jiwa sosialku seakan mulai dilatih lagi untuk kembali bersosial dalam lingkaran kebaikan.

Tahap awal saya merasa dibentuk, setelah mengetahui salah satu rangkaian pada kegiatan ini yang disebut Magenta (Malam Gelar Talenta). Saya cinta hal apapun yang berkaitan dengan seni, Panitia mengadakan agenda tersebut termasuk sangat menarik dikegiatan ini.

Setelah mengetahui teman-teman kelompokku, kami memutuskan untuk berkumpul (merangkai kegiatan tersebut sebagai peserta). Dalam lingkaran kecil ini, saya mulai berani mengeluarkan pendapat-pendapat saya dan rasa bersosialku serasa kembali lagi. Hingga akhirnya Rundown pertama pada kegiatan ini dimulai.

Pada malam pertama atau malam pembukaan, ternyata sangat banyak peserta yang ikut tergabung pada rangkaian kegiatan ini dan tentu saja dari fakultas yang berbeda-beda. Disini saya berpikir, bahwa saya akan bertemu dengan banyak orang-orang baru yang akan membuat cara berpikir saya semakin luas. Karena menurutku, perbedaan lah yang memperkaya pengetahuan.

Waktu masih terus berjalan, disetiap rangkaian kegiatannya saya bisa mengambil ilmu yang berbeda. Baik itu melalui materi yang diberikan, sikap kepanitiaan, dan tentu saja keluarga baruku yang pada saat itu juga berstatus sebagai Peserta.

Saya menjadi lebih mengenali diri saya sendiri setelah menerima materi “Who Am I?” Saya juga bisa mengambil kesimpulan bahwa kita tidak bisa melihat orang hanya dari satu sisi (sebuah pelajaran yang saya petik dari salah satu sifat panitia) dan lebih banyak lagi pelajaran.

Ada yang lebih luar biasa pada rangkaian kegiatan ini, yaitu Positif Fighter (sebuah tantangan kebaikan yang memberikan banyak hal yang mungkin saja selama hidup kita anggap sepele).

Ya, kami ditantang untuk mencari dana dengan cara menjual jasa dalam waktu yang ditentukan. Ini tidak mudah, hampir beberapa tempat usaha yang saya kunjungi dikota ini dan hampir semua menolak untuk menerima kami. Sedih dan tentunya sangat lelah, hingga saya berpikir ternyata tidak mudah untuk mengais rezeki.

Tapi Alhamdulillah, ada salah satu tempat yang mau menerima jasa kami. yang kembali membuka jaringan untuk kembali bertemu dengan orang baru. Keseluruhan dana yang kami dapatkan akan kami gunakan pada agenda positif selanjutnya 🙂

Di hari terakhirku, saya menarik kesimpulan bahwa solidaritas tidak harus dibentuk dengan membentur. Oleh karena itu, saya buktikan pada diriku sendiri yaitu terbentuk tanpa terbentur.

Saya, Mereka akhirnya menjadi kita 🙂 keluarga baruku yang luar biasa.

Sekian dari saya Terimakasih untuk setiap harinya yang bermakna.

Baca juga : Komunitas anakUntad Sukseskan Kegiatan AYL 2019

AnakUntad.com adalah media warga. Setiap warga kampus Untad bebas menulis dan menerbitkan tulisannya. Tanggung jawab tulisan menjadi tanggung jawab penulisnya.

Tentang Penulis

Fitri Munawarah