Prestasi anak UNTAD – ciptakan alat peraga deteksi bencana

A‏lumni Universitas Tadulako Palu, Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), bernama Andriaztika Lala ini menciptakan sebuah alat peraga deteksi bencana Likuefaksi. Alat sederhana ini dilengkapi dengan dua sensor penting dan alarm. Diantaranya satu sensor penting untuk deteksi gempa dan sensor kelembapan untuk mendeteksi Likuefaksi.

Ketika masih menjadi Mahasiswi, Andriaztika menciptakan alat peraga itu sebagai bentuk tugas akhir untuk menyelesaikannya studynya. Sementara itu, prinsip kerja dari alat tersebut yakni akan membunyikan alarm nada pendek jika terjadi Gempa dan alarm nada panjang jika terjadi Likuifaksi.

Seperti yang diungkapkan oleh Andriaztika Lala sejak ia mulai mengajukan judul saat itu, dosen pembimbingnya sudah menyarankan untuk membuat alarm bagaimana mendeteksi Likuifaksi. Alat peraga tersebut terinspirasi dari bencana alam Likuefaksi yang menimpa Palu pada 2018 silam.

“Jadi pada saat saya mulai konsultasi mengenai judul pada saat itu bapak menyarankan saya untuk bagaimana membuat sesuatu alarm, tetapi alarm Likuefaksi. Karena kita tau sendiri kemarin pada tahun 2018 itu Palu mengalami sebuah bencana yang tidak biasa yakni berupa Likuefaksi, tuturnya”

Saat ini alat itu telah memperoleh hak paten sederhana dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementrian Hukum dan Ham RI. Sahrul Saehana selaku dosen pembimbing Andriaztika pada waktu itu ikut turut andil dalam ide pembuatan alat peraga itu.

“Dari skripsi mahasiswa saya, atas nama Andriaztika Lala hingga saat ini telah ada 2 paten sederhana yang dihasilkan. Yang pertama itu didaftarkan pada akhir bulan Desember tepatnya 30 Desember 2020 telah terdaftar pada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Departemen Hukum dan Ham Indonesia, yang kedua pada pertengahan Februari paten kedua tersebut terdaftar. Masing-masing paten pertama tentang alarm Likuifaksi, yang kedua tentang alat peraga yang dilengkapi dengan alarm, tukasnya”

Setelah mendapatkan hak paten sederhana, alat peraga itu rencananya akan dibuat lagi sebagai alat peraga pada pelajaran tentang bumi dan antariksa. Alat itu diharapkan dapat menjelaskan secara singkat awal terjadinya bencana alam Likuifaksi, dengan diawali dari Gempa bumi.

sc: YT Kompas TV Palu

Baca juga . ‏TALK SHOW MELIHAT TOPONIMI KOTA PALU SEBAGAI UPAYA MITIGASI BENCANA Oleh Himpunan Mahasiswa Teknik PWK UNTAD

AnakUntad.com adalah media warga. Setiap warga kampus Untad bebas menulis dan menerbitkan tulisannya. Tanggung jawab tulisan menjadi tanggung jawab penulisnya.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *