www.anakuntad.com

Semua Kisah Jack Tentang Hidup : Mau Sampai Kapan?

Cerita Sebelumnya : Ojek Corona

Sudah tahun 2021 rupanya, hidup bagi Jack masih berarti makan-tidur-scroll sosmed-marathon film saja. Tidak ada perubahan berarti. Ah, mungkin ada yang berubah.

Tapi bukan hanya hidup Jack, tapi juga hidup manusia-manusia lain yang ada di luar sana. Pandemi covid-19 belum selesai.

Menurut Jack harusnya Covid sekarang sudah harus ganti nama, tahun kan sudah berganti.

Mengenai covid, akibat melihat teman-temannya yang pernah jadi ojek jalan pintas dan terkena virus corona, Jack tidak lagi sering-sering keluar rumah.

Hal ini malah sering menyebabkan emosi ibunya tersulut akibat bosan melihat wajahnya.

“YA ALLAH JAKA, KUTENDANG KAU KELUAR DENGAN BAJUMU ITU. SAMPAH TAK KAU BUANG, GALON HABIS TAK KAU TELPON AGAR DIISI ULANG, ENTAH APA GUNANYA KAU DI DUNIA INI!!”

Katakanlah Jack kebal, karena ancaman ibunya sudah tidak lagi berarti apa-apa.

Itulah kawan yang terjadi apabila kau mendengar kalimat yang sama di setiap harinya. Kalau isitilah yang dipelajari Jack saat kuliah mungkin saat ini ia sudah resisten.

Apabila ibunya telah berkoar-koar layaknya para pendemo RUU PKS, Jack hanya tinggal memutar TV dan mencari siaran yang menayangkan kisah Al dan Andin yang selalu menjadi trending topik dikalangan ibu ibu dan tukang sayur.

Tanpa banyak aksi, ibunya pasti akan langsung stay tuned dan memilih untuk melampiaskan amarahnya kepada Elsa, sang pemeran antagonis pada serial tersebut.

Angin sepoi-sepoi berhembus, Jack saat ini sedang asik menikmati waktu luangnya di belakang rumah.

Duduk di gazebo kecil yang dibuat ayahnya, berhadapan dengan pantai, menanti senja datang agar bisa segera ia jadikan bahan untuk instastory.

“ah, nikmat mana lagi yang kau dustakan” batinnya.

Matahari belum kunjung tenggelam karena ini masih jam 2 siang, Jack kembali melanjutkan petualangannya di social media.

Berbekal kuota seluler yang didapatkannya setelah mengikuti webinar nasional, ia tidak ketakutan kuota habis. Tiktok, Instagram, Youtube dan Twitter habis dibabatnya.

Tidak ada informasi yang tidak ia ketahui.

Daftar artis yang terkena virus Covid? Jack hafal di luar kepala

Kasus remaja di bawah umur dengan duda beranak dua? Jack punya videonya

Indonesia memenangkan piala emas di olimpiade 2020? Jack penonton setianya

Memang kalau dipikir, Jack sepertinya berbakat untuk bergabung sebagai penulis naskah untuk acara gosip. Sepertiya menarik.

Angin sepoi-sepoi masih terus berhembus, diiringi dengan teriakan kaget Jack saat tau bahwa PPKM di negara ini diperpanjang.

“Buset diperpanjang, memangnya ini series pake season” rutuknya

Jack memang terlihat bodoh, namun ia tetap berpikir logis. Bahwa PPKM ini pasti untuk kepentingan bersama.

Walaupun itu berarti dia masih harus memperpanjang masa LDR-nya dengan Natasha Rumanoff,  nama tokoh Blackwidow dikarenakan bioskop tutup, tak apa. Jack ikhlas.

Sering aktif di media sosial membuat Jack sadar bahwa pandemi ini nyata. Puluhan twit berisi berita duka akibat virus ini telah ia khatamkan.

Tak mungkin ini hanya kebohongan. Covid itu nyata. Kalau tidak nyata, tidak mungkin Romli si penguasa jalanan itu sampai saat ini memilih untuk taat protokol Kesehatan.

“aku ini takut loh Jack, tak mau aku kena covid kedua kali. Horor. Tidak bisa kucium bau, tidak bisa kurasakan masakan mamaku. Tak mau aku”

Romli lah juga yang mengajak Jack untuk melakukan vaksinasi. Badan kekar, muka sangar, tapi mereka takut juga saat bertemu jarum suntik.

“Tak apa Jack, ini supaya kita dan keluarga kita aman” ucapnya meyakinkan Jack sebelum akhirnya terdengar isak tangisnya akibat takut akan jarum suntik.

Lamunanya terganggu saat didengarnya secara samar suara suara dari rumah tetangganya. Teriakan sang istri mendominasi.

“Waduh mulai lagi”

Jack yakin ibunya di dalam rumah rela mengecilkan volume tv yang sedang menyiarkan serial India demi bisa mendengar topik perdebatan kali ini. Rupanya masih sama, masih mengenai ekonomi.

Ah, kalau seperti ini Jack tau kenapa banyak orang protes dengan PPKM ini.

Bukan masalah mereka tidak takut corona.

Tapi mereka lebih takut asap di dapur mereka tidak mengepul, sekolah anak mereka terhambat dan istri mereka mengamuk seperti situasi pada siang hari ini.

Sebenarnya Jack ingin menyarakan tetangganya agar merubah haluan menjadi influencer di internet. Sepertinya hidup mereka keren dan asyik. Kalau kata orang “easy money, easy life”.

Makan tak perlu susah, tinggal pilih dari endorsan. Jalan-jalan tak perlu pusing karena mereka punya duit dan surat keterangan bebas covid.

Lalu bisa mengedukasi orang-orang untuk berdiam diri di dalam rumah agar pandemi ini cepat selesai.

Sebuah pekerjaan yang sangat menarik, bukan? Namun sayang Jack juga masih mencari tau caranya.

Kombinasi angin, suara deburan ombak dan sayup-sayup perdebatan si tetangga, membuat Jack mengantuk.

Perlahan di rebahkannya kepalanya di atas lantai gazebo sembari membayangkan betapa indahnya kehidupan sebelum pandemi covid 19.

Perlahan namun pasti, ingatan membawanya kembali ke masa sekolahya.

Memori-memori bergantian memenuhi penglihatannya. Hingga suara yang tak asing memanggil namanya.

Sepertinya ia baru tertidur beberapa menit. Matanya terbuka, suara ibunya masih terdengar.

“JAKA, BANGUN!! KE SEKOLAH”

Loh, Jack kan sudah lama sekali lulus dari sekolah. Dilihatnya ke sekeliling dia telah berada di kamarnya. Dibacanya tahun yang ada pada kalender yang terpasang di dinding lalu berteriak kaget

“HAH? ADA APA INI? KOK??”


Temui penulis di :@ siapaarum_ 

AnakUntad.com adalah media warga. Setiap warga kampus Untad bebas menulis dan menerbitkan tulisannya. Tanggung jawab tulisan menjadi tanggung jawab penulisnya.


Diterbitkan

dalam

oleh

Tags:

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *