Puisi : Mahasiswa Sekarang Bisa Apa?

Mahasiswa katanya, tapi jiwanya lemah

Suaranya mengecil, lika-likunya tak nampak walau sebesar upil

Ku ingin kembali mendengar sajak-sajak tentang keadilan

Dalam resah rakyat selalu merindukan nestapa rasa juang membakar semangatmu kala itu

Dulu siang hari bukan masalah, terik matahari justru menjadikan mu khusyuk berbicara

Demi keadilan sesama yang tak tau dimana rimba nya

Jika memang harus, bahkan sampai bersimbah darah kau takkan goyah

Kuingat dalam kepalan tangan dan lantang suaramu, kau berucap

” Wahai kalian Cukong-cukong bermahkota, tidakkah malu bila gaji mu tinggi tapi rakyatmu sengsara”

Waktu yang semakin bergulir juga merubah wajahnya

Saban hari ku lihat di tv personamu kian buruk menjadi-jadi, bukan sebagai pahlawan orasi atau paparan prestasi

Namun aku bisa apa?

Media memberitakan pemerkosaan, pencurian oleh oknum-oknum mahasiswa kini menandakan hilangnya pergerakan bobrok nya mental dan juga pendidikan

Rangkaian angka baginya dulu bukan ancaman, lamanya kuliah tak juga menyurutkan semangatnya

Karena yang terpenting adalah kebebasan juga keadilan, bukan secepat apa kau selesai, sehebat apa kau beropini dan semahal apa kau berpakaian

Namun aku bisa apa? Terlihat kini tak penting memikirkan yang lain kesusahan, mulutnya telah bungkam tangannya telah kaku tak ada lagi dalam suara dan tulisan meneriakan keadilan

Telah dijadikan gengsi sebagai gaya hidup dan harta orang tua sebagai atributnya

Jiwa apatis telah menjadi nafas

Mahasiswa kini hanya mampu berandai tanpa tau menggapai

Tidakkah kalian malu bila jiwa dan raga mahasiswa hanya akan menjadi bayang-bayang dari segelintir yang orang katakan.

Dimana jiwa merdeka yang dulu kerap kau gembor-gemborkan

Nama besar mahasiswa kini tinggal lukisan tertutup debu usang lalu dilupakan

baca Juga : (PUISI) S E M U – Michelle

AnakUntad.com adalah media warga. Setiap warga kampus Untad bebas menulis dan menerbitkan tulisannya. Tanggung jawab tulisan menjadi tanggung jawab penulisnya.


Diterbitkan

dalam

oleh

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *