Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Opini

MENGENDALIKAN TEKANAN DIRI DALAM KONDISI STRES

https://www.pixabay.com/1388843
Ditulis Oleh Dandy Rustam
Jika kamu merasa hidup ini susah, pikirkanlah derita anak dengan satu lengan mengemis di jalanan
Mengenal Stres

Perasaan tertekan dalam diri seseorang atau sesuatu yang terasa menekan batin individu dapat dikenal dengan istilah stres. Stres dapat muncul karena disebabkan oleh ketidak seimbangan antara harapan dan kenyataan dalam  bentuk fisik maupun secara mental.

McGrath dalam Weinberg dan Gould (2003:81) menjelaskan bahwa “a substantial imbalance between demand (physical and/or Psychological) and response capability, under conditions where failure to meet that demand has importance consequences”. Atau dapat diartikan sebagai kondisi yang muncul pada individu bila ada ketidakseimbangan atau kegagalan individu dalam memenuhi kebutuhannya baik secara fisik maupun mental. Beberapa penyebab timbulnya stres antara lain  yaitu pertama, karakteristik bawaan yang merupakan predisposisi keturunan dan keterbatasan psikologis individu. Kedua, dipengaruhi oleh kodisi lingkungan seperti dalam kondisi dan situasi tempat tinggal yang terdapat pengalaman masa lalu. Dengan kata lain garis besar timbulnya stres disebabkan oleh faktor dari dalam dan luar diri seseorang (Sukadiyanto, 2010).

Dampak Stres

Stres dapat berdampak positif maupun negatif. Salah satu dampak positif dari stres yaitu apabila dapat menyelesaikan suatu pekerjaan yang harus diselesaikan dalam waktu yang telah ditentukan yang waktunya dirasa terlalu mepet. Sehingga kondisi ketika pekerjaannya telah selesai dengan tepat waktu dari sisi itu seseorang dapat memberi penilaian terhadap kualitas kerja yang telah dikerjakannya. Sedangkan stres yang dapat berdampak negatif yaitu seperti ketika seseorang sedang melakukan sebuah pekerjaan namun pada saat proses pekerjaan tersebut terdapat sebuah masalah yang dapat menghambat proses penyelesaian pekerjaannya. Hal ini dapat mengakibatkan sebuah rasa putus asa terhadap individu tersebut dan membuat pekerjaan tidak dapat diselesai. Biasanya seseorang yang mengalami dampak negatif. Sehingga kondisi stres dapat dengan mudahnya merasa menyesal yang disebabkan dari rasa putus asa dalam diri individu.

Dampak Stres Terhadap Sistem Pencernaan

Harus diakui bahwa stres adalah suatu masalah yang dapat berdampak serius bagi kehidupan. Salah satu aspek yang dipengaruhi dalam diri manusia dari kondisi stress adalah asek kesehatan, dalam hal sistem pencernaan. Seorang ahli gastroentrologi dari Wake Forest University, Amerika Serikat mengata Dr. Kenneth Koch mengatakan Bahwa “Stres bisa mempengaruhi setiap bagian dari sistem pencernaan”. Sebagai contoh, ketika seseorang merasakan sebuah ngilu di bagian usus atau merasa ada kupu-kupu yang terbang di usus, itu merupakan sebuah gejala dari sebuah stres yang berdampak buruk bagi kesehatan. Stres dapat mengakibatkan meningkatnya asam lambung, mual, diare dan sembelit. Bahkan lebih berbahaya lagi dapat mengakibatkan penurunan aliran darah dan oksigen yang menuju  perut yang dapat membuat kram, peradangan, atau ketidakseimbangan bakteri.

Upaya Mengurangi dengan Mengendalikan

Maka untuk mendukung kehidupan yang sehat dengan mengendalikan stres dalam diri setiap individu. Tentu harus dilakukan upaya terbaik untuk mengurangi rasa stres, yang  bahkan dapat dicegah dengan berbagai cara. Beberapa cara diantaranya dapat dilakukan dengan sangat sederhana dan sangat mungkin dilakukan dikalangan masyarakat luas. Seperti, memperbanyak meminum air putih untuk meningkatkan daya konsentrasi, berolahraga dengan cukup meskipun hanya menggerakkan organ tubuh yang dimulai dari kepala sampai ke kaki diyakini dapat membantu mengurangi bahkan mencegah terjadinya stres, mengatur pola makan dengan mengurangi mengomsumsi makanan yang berkarbohidrat tinggi, dan yang terakhir adalah beristirahat dengan cukup dengan memberikan jeda pada tubuh untuk berbaring dan beristirahat ditempat yang paling nyaman. Cukup dengan istirahat tujuh sampai sembilan jam dapat membuat badan menjadi segar dan siap beraktivitas kembali.

Baca Juga : Masih di Situasi Pademi dan di Rumah Aja? Jangan terlalu Lama Rebahan, Ini 5 Bahayanya
Referensi

Sukadiyanto, S., 2010. STRESS DAN CARA MENGURANGINYA. J. Cakrawala Pendidik. 1. https://doi.org/10.21831/cp.v1i1.218

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/ diakses pada tanggal 23 Januari 2021.

https://id.wikipedia.org/wiki/Stres diakses pada tanggal 23 Januari 2021.

https://www.cermati.com/artikel/6-cara-ampuh-mengatasi-stres diakses pada tanggal 23 Januari 2021.

AnakUntad.com adalah media warga. Setiap warga kampus Untad bebas menulis dan menerbitkan tulisannya. Tanggung jawab tulisan menjadi tanggung jawab penulisnya.

Tentang Penulis

Dandy Rustam

Sharing is a good thing.